Isnin, 3 Ogos 2009

ULASAN BUKU : Menyambut Ramadan Dan Aidilfitri Menurut Sunnah Rasulullah S.A.W.

Assalaamu'alaikum

Berikut disertakan ulasan buku saya bertajuk Menyambut Ramadan dan Aidilfitri Menurut Sunnah Rasulullah S.A.W. di Utusan Malaysia 15hb Oktober 2007.

Sila click pada imej di bawah untuk membesarkan paparan.


Add Video

DEMONSTRASI : SOLUSI ATAU POLUSI?


DEMONSTRASI, SOLUSI ATAU POLUSI ?
Oleh Syaikh Su’aiyyid bin Hulaiyyil Al-Umar

Segala puji bagi Allah yang telah mengutus rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, untuk memenangkannya diatas segenap agama, dan cukuplah Allah sebagai saksi.

Semoga shalawat serta salam atas Nabi kita Muhammad, pengemban ajaran yang bersih dan murni, demikian juga atas keluarga, para sahabat dan pengikutnya, serta siapa saja yang meneladani dan berpedoman pada ajaran beliau sampai hari kiamat nanti. Amma ba’du.

Di dalam Al-Qur’an, Allah memerintahkan kita agar menetapi jalan petunjuk yang lurus dengan firman-Nya.“Artinya : Dan bahwa (yang kami perintahkan ini) adalaj jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah Dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalannya, yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa” [Al-An’am : 153]

Allah melarang kita menyelisihi ajaran Nabi-Nya dengan firmanNya.“Artinya : Hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih” [An-Nur : 63]

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memperingatkan kita melalui sabdanya.“Artinya : Sungguh, siapa saja diantara kalian yang hidup setelahku, pasti akan menjumpai perselisihan yang banyak, maka wajib atas kalian untuk berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah Al-Khulafa ar-Rasyidin yang telah diberi petunjuk sepeninggalku” [HR Tirmidzi dan Abu Dawud, shahih]

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberitakan di dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari jalur Aisyah bahwa siapa saja yang mencari-cari perkataan (dalil) yang samar, pasti dia akan tergelincir, yaitu ketika beliau bersabda.“Artinya : Jika kalian, melihat orang-orang yang mencari-cari dalil-dalil yang samar, maka merekalah orang-orang telah disebut oleh Allah, sehingga hendaklah kalian berhati-hati dari mereka”Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memperingatkan dengan keras dari ulama yang mengajak kepada kesesatan dalam sabdanya.“

Artinya : Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu (agama) dari manusia sekaligus, akan tetapi Allah mencabut ilmu (agama) dengan cara mewafatkan para ulama, sampai tidak tersisa seorang ulama-pun, sehingga manusia akan mengangkat para pemimpin yang bodoh (dalam ilmu agama). Ketika para pemimpin yang bodoh tersebut ditanya, maka mereka akan berfatwa tanpa dasar ilmu, sehingga mereka sesat dan menyesatkan”. Pada lafadz Bukhari :“ Maka mereka berfatwa sesuai dengan akal pikiran mereka”

Betapa banyak orang-orang seperti ini di zaman kita, suatu zaman yang segala urusan di dalamnya bercampur aduk serta samar-samar bagi orang yang ilmunya sedikit, sehingga mereka mengikuti hawa nafsu majoriti manusia, baik dalam kebenaran mahupun kebatilan, kemudian takut mengungkapkan kebenaran, karena menyelisihi pendapat masyarakat umum dan mereka lebih memilih majoriti manusia, terlebih lagi di zaman yang kacau dan serba global ini, komunikasi begitu mudah dan cepat, maka muncullah slogan-slogan heboh : demokrasi, liberal, hak-hak wanita, hak asasi manusia (HAM), persamaan gender dan yang semisalnya.

Ini semua diterima oleh orang-orang yang hatinya menyimpang atau yang telah dididik oleh barat, kemudian di tulis di koran-koran dan disebarkan melalui media masa, gaungnya begitu kuat, sehingga disangka oleh masyarakat, bahwa itu semua merupakan suatu kebenaran, padahal ini merupakan kebatilan yang paling buruk.

Di antara slogan bodoh muncul adalah demonstrasi, pencetusnya adalah orang-orang kafir, mereka orang-orang yang tidak menghiraukan dalil dan tidak menggunakan akal. Kemudian penyakit ini berpindah ke negeri-negeri kaum muslimin melalui didikan barat.

Kita mengetahui bahwa api fitnah, bid’ah dan slogan menyilaukan muncul di saat jumlah para ulama sedikit, dan akan padam kobarannya ketika para ulama masih banyak.Sungguh Allah telah menjaga negeri Al-Haramain (Mekkah dan Madinah) dari berbagai fitnah dan kejahatan yang besar serta bid’ah, berkat anugrah Allah, kemudian karena adanya kumpulan para ulama rabbaniyyin yang tidak takut celaan manusia ketika membela agama Allah, setiap kali tanduk bid’ah muncul, maka mereka segera menumpasnya, begitupula setiap kali leher ahlul bid’ah terangkat, maka mereka segera menundukkannya dengan ilmu syari’at, penjelasan ilahi, sunnah Nabi dan atsar para Salaf.

Sama sekali, saya tidak menyangka akan muncul generasi Al-Haramain yang mengajak kepada slogan jahiliyyah ini, sampai akhirnya benar-benar muncul. Dan kita yakin, bahwa mereka terpengaruh oleh orang-orang luar, atau mereka berfatwa tanpa dasar ilmu. Maka ada yang bertanya : Apa hukum demonstrasi-demonstrasi ini ?

Jawab.

Demonstrasi adalah bid’ah ditinjau dari berbagai sudut pandang.

Pertama.
Demonstrasi ini digunakan untuk menolong agama Allah, dan meninggikan derajat kaum muslimin, lebih-lebih di negeri-negeri Islam.Dengan demikian, menurut pelakunya, demonstrasi merupakan ibadah, bagian dari jihad. Sedangkan kita telah memahami, bahwa hukum asal ibadah adalah terlarang, kecuali jika ada dalil yang memerintahkannya.

Dari sudut pandang ini, demonstrasi merupakan bid’ah dan perkara yang diada-adakan di dalam agama. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Artinya : Siapa saja yang membuat ajaran baru dalam agama ini dan bukan termasuk bagian darinya maka akan tertolak” [HR Muttafaqun Alaih]Diriwayatkan oleh Muslim dan Bukhari secara mu’allaq.“Artinya : Siapa saja yang melakukan suatu amalan yang tidak kami perintahkan, maka amalan tersebut tertolak”.


Kedua.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam terkena fitnah dan ujian para sahabat sepeninggal beliau juga demikian, seperti peperangan dengan orang-orang murtad, tidak ketinggalan pula umat beliau selama berabad-abad juga diuji. Akan tetapi mereka semua tidak demonstrasi. Jika demonstrasi itu baik, tentunya mereka akan mendahului kita untuk melakukannya.


Ketiga

Sebagian orang menisbatkan demonstrasi kepada Umar bin Al-Khaththab Radhiyallahu ‘anhu, dan ini sama sekali tidak benar, karena keshahihan riwayatnya tidak diakui oleh para ulama. Maka penisbatan demonstrasi kepada Umar merupakan kedustaan atas nama beliau sang pembeda (Al-Faruq) Radhiyallahu ‘anhu yang masuk Islam terang-terangan dan berhijrah di siang bolong.


Keempat

Di dalam demonstrasi ada tasyabbuh (penyerupaan) dengan orang-orang kafir, padahal Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.“Artinya : Siapa saja yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka” [HR Abu Dawud dengan sanad yang hasan]Hal ini dikarenakan demonstrasi tidak dikenal dalam sejarah kaum muslimin kecuali setelah mereka bercampur baur dengan orang-orang kafir.


Kelima

Demonstrasi secara umum tidak akan bisa digunakan untuk membela kebenaran dan tidak akan bisa digunakan untuk mengugurkan kebatilan. Terbukti, seluruh dunia demonstrasi untuk menghentikan kebengisan Yahudi di Palestina, apakah kebiadaban Yahudi berhenti? Atau apakah kejahatan mereka semakin menjadi-jadi karena melihat permohonan tolong orang-orang lemah ?!!

Jika ada orang yang mengatakan : Demonstrasi merupakan perwujudan amar ma’ruf dan nahi mungkar. Maka kita katakan : Kemungkaran tidak boleh diingkari dengan kemungkaran yang semisalnya. Karena kemungkaran tidak akan diingkari kecuali oleh orang yang bisa membedakan antara kebenaran dan kebatilan, sehingga dia akan mengingkari kemungkaran tersebut atas dasar ilmu dan pengetahuan. Tidak mungkin kemungkaran bisa diingkari dengan cara seperti ini.


Keenam.

Termasuk misi rahsia sekaligus segi negative demonstrasi adalah, bahwa demonstrasi merupakan alat dan penyebab habisnya semangat rakyat, karena ketika mereka keluar, berteriak-teriak dan berkeliling di jalanan, maka mereka kembali ke rumah-rumah mereka dengan semangat yang telah sirna serta kecapaian yang luar biasa.

Padahal, yang wajib bagi mereka adalah menggunakan semangat tersebut untuk taat kepada Allah, mempelajari ilmu yang bermanfaat, berdo’a dan mempersiapkan diri untuk menghadapi musuh, sebagai bentuk pengamalan firman Allah.“Artinya : Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya ; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)” [Al-Anfaal : 60]


Ketujuh

Di dalam demonstrasi tersimpan kemungkaran yang begitu banyak, seperti keluarnya wanita (ikut serta demonstrasi, padahal seharusnya dilindungi di dalam rumah, bukan dijadikan umpan,-pent), demikian juga anak-anak kecil, serta adanya ikhtilath, bersentuhannya kulit dengan kulit, berdua-duan antara laki-laki dan perempuan, ditambah lagi hiasan berupa celaan, umpatan keji, omongan yang tidak beradab ? Ini semua menunjukkan keharaman demonstrasi.


Kedelapan

Islam memberikan prinsip, bahwa segala sesuatu yang kerusakannya lebih banyak dari kebaikannya, maka dihukumi haram. Mungkin saja demonstrasi berdampak pada turunnya harga barang-barang dagangan, akan tetapi kerusakannya lebih banyak dari kemaslahatannya, lebih-lebih jika berkedok agama dan membela tempat-tempat suci.


Kesembilan

Demonstrasi, terkandung di dalamnya kemurkaan Allah dan juga merupakan protes terhadap takdir, karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.“Artinya : Jika Allah mencintai suatu kaum, maka Allah akan menguji mereka. Jika mereka ridho, maka mereka akan diridhoi oleh Allah. Jika mereka marah, maka Allah juga marah kepada mereka”.

Sebelum perang Badr Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beristighatsah (memohon pertolongan di waktu genting,-pent) kepada Allah.“Artinya : (Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu :Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut” [Al-Anfaal : 9]

Beliau juga merendahkan diri kepadaNya sampai selendang beliau terjatuh, Beliau memerintahkan para sahabat untuk bersabar menghadapi siksaan kaum musyrikin. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya sama sekali tidak pernah mengajak demonstrasi padahal keamanan mereka digoncang, mereka disiksa dan didzalimi. Maka, demonstrasi bertentangan dengan ajaran kesabaran yang diperintahkan oleh Allah ketika menghadapi kedzaliman para penguasa, dan ketika terjadi tragedi dan musibah.


Kesepuluh

Demonstrasi merupakan kunci yang akan menyeret pelakunya untuk memberontak terhadap para penguasa, padahal kita dilarang melakukan pemberontakan dengan cara tidak membangkang kepada mereka.

Betapa banyak demonstrasi yang mengantarkan suatu negara dalam kehancuran, sehingga timbullah pertumpahan darah, perampasan kehormatan dan harta benda serta tersebarlah kerusakan yang begitu luas.


Kesebelas.

Demonstasi menjadikan orang-orang dungu, wanita dan orang-orang yang tidak berkompeten bisa berpendapat, sehingga mungkin tuntutan mereka dipenuhi meskipun merugikan majoriti masyarakat, sehingga dalam perkara yang besar dan berdampak luas orang-orang yang bukan ahlinya ikut berbicara.

Bahkan orang-orang dungu, jahat dan kaum wanita merekalah yang banyak mengobarkan demonstrasi, dan mereka yang mengontak dan memprovokasi massa (!)


Kedua belas.

Para pengobar demonstrasi senang terhadap siapa saja yang berdemo dengan mereka, walaupun dia seorang pencela sahabat Nabi, tukang ngalap berkah dari kuburan-kuburan bahkan sampaipun orang-orang musyrik, sehingga akan anda dapati seorang yang berdemo dengan mengangkat Al-Qur’an, disampingnya mengangkat salib (Nasrani), yang lain membawa bintang Dawud (Yahudi), dengan demikian maka demonstrasi merupakan lahan bagi setiap orang yang menyimpang, kafir dan ahli bid’ah.

Ketiga belas

Hakikat para demonstran adalah orang-orang yang hidup di dunia menebarkan kerusakan, mereka membunuh, merampas, membakar, mendzalimi jiwa dan harta benda. Sampai-sampai ada seorang pencuri menyatakan : Sesungguhnya kami gembira jika banyak demonstrasi, karena hasil curian dan rampasan menjadi banyak bersamaan dengan berjalannya para demonstran (!).


Kempat belas

Para pendemo hakekatnya, mengantarkan jiwa mereka menuju pembunuhan dan siksaan, berdasarkan firmanNya.“Artinya : Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu” [An-Nisaa : 29]

Karena pasti akan terjadi bentrokan antara para demosntran dan petugas keamanan, sehingga mereka akan disakiti dan dihina, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda.“Artinya : Seorang mukmin tidak boleh menghinakan dirinya. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya : Bagaimana seorang mukmin menghinakan dirinya ? Beliau menjelaskan : (yakni) dia menanggung bencana diluar batas kemampuannya” [HR Turmudzi, hasan]

Sebagai penutup, saya memohon kepada Allah agar menampakkan kepada kita, yang benar itu benar, dan memudahkan kita untuk mengikutinya. Demikian juga, semoga Allah melindungi kita dari fitnah yang nampak maupun yang tersembunyi, serta mengampuni dosa-dosa kita, kedua orang tua dan para ulama kita. Tidak lupa pula semoga Allah memberikan taufiqNya kepada para penguasa muslim agar mereka memberikan yang terbaik bagi negeri dan rakyat mereka, dan lebih dari itu semoga Allah menolong para penguasa muslim tersebut untuk berhukum dengan Al-Qur’an dan Sunnah Nabi-Nya. Amin. Semoga Allah memberikan shalawat dan salamNya kepada Nabi kita Muhammad, beserta keluarganya.

[Majalah Al-Asholah edisi-38 halaman 76-80. Diterjemahkan Imam Wahyudi Lc][Disalin dari majalah Adz-Dzkhiirah Al-Islamiyyah Vol 5 No. 5 Edisi 29-Rabiuts Tsani 1428H, Penerbit Ma’had Ali Al-Irsyad As-Salafy Surabaya. Jl.Sidotopo Kidul No. 51 Surabaya]





CARA-CARA MENGINGKARI KEMUNGKARAN DENGAN DEMONSTRASI DAN PEMBUNUHAN APAKAH TERMASUK BAB JIHAD ISLAM ?
Oleh Syaikh Shalih bin Ali Al-Ghasun

Pertanyaan
Syaikh Shalih bin Ali Al-Ghasun ditanya : Dua tahun yang lalu kami mendengar ceramah sebagian da'i membahas metode-metode dakwah dan cara mengingkari kemungkaran, di dalam metode-metode tersebut mereka masukkan demonstrasi, pembunuhan dan barangkali sebagian mereka memasukkan hal tersebut dalam bab jihad Islam.Kami mohon penjelasan Anda, apakah hal tersebut termasuk metode-metode dakwah yang syar'i ataukah termasuk bentuk bid'ah yang tercela dan tidak diperbolehkan ?Kami mohon penjelasan, bagaimana cara bermuamalah yang sesuai dengan syari'at terhadap orang yang mengajak melakukan perbuatan-perbuatan tersebut, dan berpendapat seperti itu serta menyeru kepadanya ?


Jawaban

Alhamdulillah. Telah jelas bahwasanya amar ma'ruf dan nahi mungkar, berdakwah dan memberikan petunjuk merupakan dasar agama Allah (Islam), akan tetapi Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman di kitabNya yang mulia."

Artinya : Serulah (manusia) kepada jalan tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalanNya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk". [An-Nahl : 125]

Ketika Allah Subhanahu wa Ta'ala mengutus Musa dan Harun kepada Fir'aun maka Allah berfirman."Artinya : Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut". [Thaha : 44]

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam datang dengan hikmah serta memerintahkan untuk berdakwah dengan hikmah dan sabar, hal ini terdapat pada Al-Qur'an Al-Karim pada surat Al-Ashr : Bismillahirrahmanirrahim."

Artinya : Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menatapi kesabaran". [Al-Ashr : 1-3]

Hendaklah seorang da'i di jalan Allah Subhanahu wa Ta'ala, dan penyeru amar ma'ruf dan nahi mungkar senantiasa menghiasi diri dengan kesabaran, mengharapkan pahala serta lapang, menerima apa yang didengar atau apa yang didapatkan ketika berdakwah fi sabilillah. Adapun manusia yang meniti jalan yang keras -semoga Allah melindungi kita-, menyakiti manusia, menempuh jalan yang penuh kebingungan atau jalan perselisihan dan memecah belah persatuan, semua itu merupakan perkara-perkara syaithaniyah (perilaku setan), juga menjadi dasar pemikiran khawarij, mereka melakukan pembunuhan sebagai cara mengingkari kemungkaran terhadap perkara-perkara yang tidak mereka sukai dan menyelisihi aqidah mereka, menumpahkan darah, mengkafirkan orang serta masih banyak lagi.

Perbedaan cara dakwah para sahabat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam serta pendahulu kita dengan dakwah khawrij serta orang-orang yang sejalan dengan aqidah mereka adalah bahwasanya para sahabat berdakwah dengan hikmah dan memberikan pelajaran yang baik, menjelaskan kebenaran, sabar, menerima apa yang terjadi, serta mengharapkan balasan dan pahala. Sedangkan metode dakwah Khawarij adalah dengan melakukan pemunuhan terhadap manusia, menumpahkan darah, mengkafirkan, memecah belah persatuan, menghancurkan kesatuan kaum muslimin yang kesemuanya jelas perbuatan yang amat hina dan diada-adakan.

Orang-orang seperti itu sebaiknya dijauhi, menjaga jarak dari mereka, berhati-hati terhadap mereka karena merekalah yang memecah belah kaum muslimin yang merupakan jama'ah penuh rahmat, mereka ini kelompok yang pantas mendapat murka dan siksa -semoga Allah melindungiku-, seandainya penduduk negeri berkumpul melakukan kebajikan, membentuk satu kesatuan maka mereka akan jaya dan berwibawa.

Jika penduduk suatu negeri bepecah belah, saling menghancurkan, berselisih serta saling memusuhi, maka yang demikian ini adalah perkara bid'ah lagi keji dan seperti jalannya orang yang terdahulu. Mereka datang dari kelompok orang-orang yang memisahkan diri dari jama'ah, yang telah membunuh Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu 'anhu dan para sahabat lainnya yang ikut dalam bai'at ridwan. Mereka membunuh karena memimpikan kebaikan padahal mereka adalah dedengkotnya keburukan, kebid'ahan, perselisihan dan perpecahan. Merekalah yang telah menghancurkan dan melemahkan kesatuan kaum muslimin. Begitu juga jika mendapati seseorang yang berkata seperti mereka, mengambilnya serta berprasangka baik terhadap mereka (Khawarij), maka wajib untuk menjauhinya karena dia adalah bahaya bagi kaumnya, dan orang-orang yang berada di sekitarnya.Yang benar, bahwasanya seorang muslim itu harus selalu bekerja keras, mengajak kepada kebaikan dan mengerjakannya dengan sempurna, berkata yang benar, berdakwah dengan lemah lembut, berprasangka baik kepada saudara-saudaranya dan menyadari bahwasanya kesempurnaan merupakan sesuatu yang sulit, dan yang ma'shum hanyalah Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Seandainya mereka lenyap maka tidak akan muncul yang lebih baik dari mereka. Sekiranya manusia-manusia itu lenyap apakah itu para pemimpin, pemegang pemerintahan, penuntut ilmu atau suatu bangsa maka akan muncul yang lebih buruk daripada mereka, karena tidaklah datang suatu masa kecuali lebih buruk dari yang sebelumnya. Siapa saja yang menginginkan agar manusia mencapai tingkat kesempurnaan atau bersih dari segala kesalahan dan kekhilafan maka ia telah sesat dan termasuk Khawarij yang telah memecah belah umat, serta menindas mereka. Hal inilah yang ditentang oleh Ahlus Sunnah wal Jama'ah terhadap Rafidhah, Khawarij, Mu'tazilah serta seluruh cabang dari keburukan dan kebid'ahan.

[Majalah Safinah An-Najah edisi 2 Januari 1991]

Khamis, 30 Julai 2009

BUKU MESTI BELI SEMPENA BULAN RAMADAN & SYAWAL


Assalaamu'alaikum

Kita sedang menuju ke pertengahan bulan Sya'baan. Ini merupakan indikator bahawa bulan Ramadan semakin hampir menjelma. Maka jualan buku berkisar tentang Puasa dan Ramadan pasti akan ada peningkatan. Namun sekiranya kita perhatikan buku-buku di pasaran, maka kita akan melihat hampir kesemua buku-buku tersebut hanya membicarakan tentang bulan Ramadan dan ibadah puasa. Agak sukar untuk kita mendapatkan sebuah buku yang turut membicarakan tentang tatacara menyambut Hari Raya Aidilfitri menurut sunnah Nabi s.a.w.

Justeru itu saya melihat ada keperluan untuk mengarang sebuah buku yang menggabungkan sunnah-sunnah Nabi dalam menyambut kedatangan bulan Ramadahan dan Hari Raya. Buku ini saya karang dengan cara bahasa yang mudah difahami dan ringkas tapi padat dengan dalil-dalil dari al-Qur'an dan al-Sunnah serta pandangan-pandangan para ulama Ahlus Sunnah Wal Jamaah sebagai panduan untuk umat Islam mengharungi bulan Ramadan yang penuh berkat ini dan sambutan sempena Aidilfitri.

Oleh itu pastikan anda semua mendapatkan senaskah buku ini yang boleh didapati di mana-mana kedai buku agama yang menjual buku-buku terbitan KARYA BESTARI/ALAF21 atau anda juga boleh membuat belian secara terus dari pihak KARANGKRAF melalui pelbagai cara seperti butiran yang terdapat di alamat:

http://www.alaf21.com.my/langganan/langgan.htm
Sekian Wassalaam
*************************************

TAJUK BUKU : Menyambut Ramadan Dan Aidilfitri Menurut Sunnah Rasulullah SAW
PENULIS : Mohd Yaakub Mohd Yunus
PENERBIT : Karya Bestari
HARGA : RM 7.00
Halaman : 208
Untuk dibeli secara online sila ke: http://www.alaf21.com.my/page22.htm
Setiap tahun umat Islam di seluruh negara akan membuat persiapan menyambut kedatangan bulan Ramadan al-Mubarak, terutama pada saatmenyambut kedatangan Aidilfitri. Tidak hairanlah sebahagian mereka sanggup mengeluarkan kos perbelanjaaan yang besar semata-matamenyambut kedatangan kedua-dua bulan ini. Seluruh umat Islam mengetahui bahawa Islam tidak pernah melarang umatnya berbelanja, bersukaria atau menyambut perayaan dengan penuh kemeriahan dan kegembiraan. Tetapi, ALLAH telah menggariskan beberapa panduan dan contohterbaik bagi hamba-hamba-NYA ketika menyambut bulan yang mulia ini agar tidak melampaui batas dan berlaku kemungkaran.

Alhamdulillah... buku ini cuba merungkaikan secara ringkas beberapa panduan dan amalan yang menjadi kebiasaan Nabi s.a.w dan para sahabatmelakukan ketika menyambut kedatangan Ramadan al-Mubarak dan menyambut Aidilfitri.

Semoga buku ini memberi manfaat kepada seluruh pembaca yang budiman untuk meneladani sunnah Rasulul lah s.a.w dan menjauhilarangannya. Mudah-mudahan amalan yang menepati perintah ALLAH dan Rasul-NYA diterima oleh-NYA.

Selasa, 21 Julai 2009

ULASAN BUKU : Menjawab 17 Fitnah Terhadap Syaikh al-Islam Ibn Taimiyyah

Dapatkan buku ini dalam versi e-book di laman web ini :


Menjawab 17 Fitnah Terhadap Syaikh al-Islam Ibn Taimiyyah.


Assalaamu'alaikum


Semenjak beberapa tahun kebelakangan ini, terdapat beberapa individu yang dianggap ilmuan dalam Islam namun pada hakikatnya mereka merupakan golongan yang zalim, pelampau agama, taksub mazhab, gemar mengkafirkan dan menabur fitnah terhadap umat Islam lain yang dilihat tidak sejalan dengan mazhab yang mereka pegangi. Di antara tokoh yang selalu mereka cerca, hina dan sesatkan adalah Syaikh al-Islam Ibnu Taymiyyah rahimahullah ta'ala. Sebenarnya kesemua fitnah mereka ini bersumber dari golongan pendengki, ulamak-ulamak jahat serta golongan yang jahil. Namun apa yang menyedihkan, mereka yang bertopengkan jubah ulamak ini sebenarnya hanya menciplak atau bertaklid buta sahaja terhadap tuduhan-tuduhan tersebut tanpa terlebih dahulu melihat atau mengkaji sendiri buku-buku tulisan Syaikh al-Islam Ibnu Taymiyyah. Menerusi buku Syaikh Murad Syukri yang telah diterjemahkan oleh Ustaz Badrul Hisham dan diulas oleh Saudara Hafis Firdaus Abdullah ini, akan terbukti kedangkalan serta kebodohan kelompok-kelompok agamawan yang rendah moral ini yang sebenarnya malas untuk mengkaji sendiri karya-karya Syaikh al-Islam Ibnu Taymiyyah. Diharapkan buku ini akan dapat meletakkan kedudukan Syaikh al-Islam Ibnu Taymiyyah ke tempat yang adil. Beliau adalah seorang tokoh ilmuwan Ahlus Sunnah Wal Jamaah yang hebat dan tegar memperjuangkan Sunnah Nabi s.a.w.. Namun beliau sebagaimana ulamak-ulamak yang lain tidaklah bebas dari melakukan kesilapan kerana yang maksum hanyalah Rasulullah s.a.w. Namun kesilapan yang beliau lakukan amatlah minimal disebabkan keluasan ilmu beliau.


Judul: Menjawab 17 Fitnah Terhadap Syaikh al-Islam Ibn Taimiyyah.

Penulis: Syaikh Murad Syukri
Penterjemah: Badrul Hisham bin Sulaiman.
Pengulas: Hafiz Firdaus Abdullah
Penerbit: Jahabersa, Johor Bahru (07-2351602)
Harga: RM13.00, 189 mukasurat.
Untuk memesan buku ini sila rujuk : http://www.jahabersa.com.my/


Sinopsis:


Terdapat banyak anggapan konon Syaikh al-Islam Ibn Taimiyyah memiliki aqidah dan fiqh yang aneh, bahkan menyesatkan. Akan tetapi persoalannya, ada ia memang begitu atau semata-mata fitnah oleh orang-orang yang jahil dan dengki? Buku ini menyenaraikan 17 fitnah yang paling masyhur dilontarkan terhadap beliau, diikuti dengan jawapan yang tuntas lagi padat bagi menjawab setiap satu daripada fitnah tersebut. Antara fitnah yang dimaksudkan ialah persoalan alam ini sediakala, tuhan memiliki batasan, tuhan berjisim, neraka akan binasa, tuhan duduk di atas belakang nyamuk, tiada kiasan (majaz) dalam bahasa arab, talak 3 hanya jatuh 1 dan larangan menziarahi kubur Nabi

Isnin, 20 Julai 2009

ULASAN BUKU :Israk & Mikraj Menurut al-Qur'an dan Hadis


Penulis : Dr Ismail Lutfi
Mukasurat : 52
Penerbit : Jahabersa
Harga : RM 6.90
Beli Secara Online : http://www.jahabersa.com.my/en/aqidah/israk-dan-mikraj-menurut-keterangan-al-quran-dan-hadis

Assalaamu'alaikum

Ramai di antara rakan-rakan saya yang menunjukkan minat untuk mengetahui tentang peristiwa Israk & Mikraj dan meminta saya untuk menulis serba sedikit tentangnya. Dari tahun ke tahun projek ini tertangguh tasa kelemahan yang ada pada diri saya sendiri. Pada tahun ini saya telah terjumpa lalu membeli sebuah karya daripada seorang tokoh sunnah yang alim dari selatan Thailand iaitu Dr Ismail Lutfi bertajuk Israk dan Mikraj Menurut Keterangan al-Qur'an dan Hadis. Setelah membaca buku ini saya yakin bahawa ia boleh dijadikan rujukan kepada mereka yang meminati peristiwa besar dalam Kisah Hidup Nabi Muhammad s.a.w. ini.
Apa yang istimewa tentang buku ini, Dr Ismail Lutfi hanya memaparkan kisah-kisah yang benar sahaja dari al-Qur'an dan al-Sunnah. Segala riwayat-riwayat lemah dan palsu telah beliau abaikan agar para pembaca tidak akan terpengaruh dengannya.
Oleh itu dapatkan ia dengan segera.
Sekian Wassalaam

Risalah Tentang Sihir dan Cara Merawat Diri Darinya


Assalaamu'alaikum

Benarkah Sihir itu wujud?

Apakah hukum-hukum berkaitan dengan sihir?

Bagaimanakah kita ingin melindungi diri dari terkena sihir?

Bagaimana kita ingin merawat diri atau orang lain yang terkena sihir?


Sila baca risalah tentang "SIHIR & PERDUKUNAN"oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah di alamat di bawah :

Rabu, 8 Julai 2009

MEMERANGI KHURAFAT FILEM SERAM DAN HANTU DI MALAYSIA



Oleh Ustaz Emran

Di Malaysia sehingga ke saat ini masyarakat Islam secara umum masih lagi dihantui oleh kepercayaan khurafat dan amalan mistik yang boleh menggugat dan merosakkan Aqidah. Filem seram seperti yang ditayangkan di televisyen misalnya banyak mengarut dan sangat jauh daripada Islam. Kepercayaan bahawa orang mati boleh menjadi hantu dan kewujudan saka yang dinamakan dengan pelbagai nama sebenarnya adalah sesat dan boleh membatalkan keimanan kepada Allah swt.

Kita melihat banyak filem-filem seram misalnya menceritakan perihal orang yang mati kemudian bangkit daripada kubur lalu menjadi hantu. Ada juga kisah filem yang menceritakan perihal orang yang mati dalam keadaan rohnya tidak diterima lalu terawang-awangan menghantui manusia kerana dosanya.

Perkara ini semua membatalkan aqidah.

Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dengan hadis hasan yang marfu dari Abu Hurairah ra bahawa nama para malaikat tesebut ialah Munkar dan Nakir. Disebutkan oleh baginda rasulullah dalam hadis yang banyak, baik melalui riwayat Abu Daud, Nasaie, Abi Syaibah dan lain-lain mengenai datangnya 2 malaikat dan menyoal manusia akan siapakah tuhannya ? Apakah agamanya ? siapakah nabinya ? dan jika seorang manusia itu dapat menjawab soalan para malaikat maka akan dibukakanlah baginya pintu-pintu syurga sehingga dia dapat melihat tempat tinggalnya di syurga dan diperluaskan baginya kubur serta beristirehatlah dia dengan penuh nikmat dan tenang sambil menanti datangnya hari kiamat.
Orang yang mati tidak boleh hidup semula dan setiap yang mati maka roh mereka akan kembali kepada Allah swt dan disebut oleh para ulama bahawa roh –roh manusia akan memasuki alam barzakh (alam kubur) untuk disoal-siasat sehingga ke hari akhirat. Hal ini jelas dan wajib diimani dan sabit (jelas) disebutkan dalam sebuah hadis yang sahih yang diriwayatkan oleh Abi Hurairah ra dari Nabi Salallahualaihiwasalam yang pernah bersabda dengan bermaksud :“ Sesungguhnya manusia itu apabila akan menjadi mayat maka dia akan didatangi oleh malaikat, dan jika lelaki itu seorang yang soleh (baik) maka akan dikatakan kepadanya keluarlah wahai jiwa yang baik dan berada dalam jasad yang baik pula, keluarlah dengan kemuliaan dan bergembiralah dengan keredhaan tuhan, lalu apabila ruh itu sudah keluar maka akan segeralah dibawanya ke langit lalu apabila di sana akan dibukalah pintu kepadanya sambil ditanya oleh Malaikat di langit siapakah lelaki itu ? Maka dijawab si fulan dan si fulan. Lalu akan menyambutlah para malaikat dengan sebaik sambutan sambil menyebut : Selamat datang wahai jiwa yang baik dan berada pula dalam jasad yang baik bergembiralah dengan keredaan tuhan dan berbau wangilah jiwanya. Sehinggalah ruh itu dibawa jumpa Allah swt lalu dikembalikan ke kuburnya dengan kegembiraan sambil menanti di kuburnya akan kedatangan hari kiamat.Manakala jika manusia yang mati itu seorang yang jahat maka apabila di datangi malaikat dikatakan kepada jiwanya keluarlah wahai jiwa yang keji, dalam jasad yang buruk keluarlah dengan penuh kehinaan dan bergembiralah dengan neraka dan azab. Lalu apabila dibawa ruh itu ke langit maka berkatalah malaikat penjaga pintu di langit, siapakah yang berbau busuk ini ? maka dijawablah fulan dan si fulan maka berkatalah mereka, wahai jiwa yang keji tiadalah kebaikan bagimu tidak lah dibukakan pintu buatmu wahai jiwa yang keji dalam jasad yang buruk pula. Kembalilah engkau dalam kehinaan lalu ruh iu pun dibawa ke kuburnya lalu diazab." (Hadis Sahih riwayat Ahmad no.8754, Nasaie’, Ibnu Majah)

Tiada suatu roh pun yang akan terlepas daripada cengkaman Malaikat dan roh-roh ini akan dibawa ke langit untuk menemui Allah swt dan sekiranya roh tersebut ialah roh orang yang beriman maka ianya akan disambut dengan baik dan pintu langit akan dibuka manakala jika roh tersebut adalah roh yang jahat maka ianya akan dicampak dari langit ke bumi sehingga terbenam dan dikembalikan ke lubang kubur untuk menghadapi soal siasat malaikat. Ini semua termasuk perkara ghaib dan segala kejadian seperti soal jawab malaikat di alam kubur ialah kejadian yang tidak dapat dilihat dan digambarkan oleh mata kasar. Sebahagian ulama menyatakan haram hukumnya cuba meniru atau mengambarkan kejadian di alam kubur kerana ianya termasuk persoalan ghaib yang tidak disuruh kita mengambarkan atau memikirkan mengenainya sebaliknya cukup hanya mengimani dan membenarkan.

Mengatakan atau mempercayai bahawa ada roh manusia yang tidak diterima terawang-awangan di dunia kerana jahatnya perbuatan pemilik roh itu sewaktu hidup adalah sesat dan dusta. Ini disebut oleh rasulullah dalam sabdanya yang bermaksud : “Sesungguhnya seorang manusia itu apabila telah diletakkan dalam kubur dan beredar kaum kerabatnya meninggalkan kuburnya maka akan terdengarlah olehnya bunyi derapan kasut mereka itu dan datanglah dua malaikat duduk di sisinya ”. (hadith Sahih riwayat Bukhari no. 1369)

Rasuk dan buatan orang

Pada hari ini kerap sangat kita melihat ramai orang pergi dan menuju kepada dukun dan bomoh bagi memohon pertolongan dan meminta pertolongan menyembuhkan pelbagai penyakit dan masalah. Ramai orang mengadu kepada saya bahawa dia terkena sihir, muntah berdarah dan sebagainya namun hakikatnya semuanya adalah dusta. Bukan sihir tidak wujud tetapi ramai dikalangan kita begitu mudah menganggap sesuatu hal itu sebagai sihir dan buatan orang sedangkan realiti ialah sebaliknya.

Sudah beberapa kali orang datang berjumpa dengan saya minta diubatkan, katanya : Ustaz, tolong saya… kami sudah berubat di merata tempat dan pihak hospital tidak tahu apakah punca sakitnya. Doktor kata tidak ada sakit apa-apa tetapi saya tetap merasa sakit dan seperti ada penyakit. Apabila berjumpa dengan bomoh dan dukun mereka mengatakan saya terkena sihir dan buatan orang tetapi sudah ramai mengubat tetap tidak sembuh. Setelah dilihat saya mengatakan: “Tuan tidak terkena sihir atau buatan orang sebaliknya mesti ada sakit yang normal yang tidak dapat dikesan oleh doktor melainkan perlu diperiksa oleh pihak pakar dan kena buat kajian makmal. Tidak lama selepas itu ternyata orang yang sakit itu sebenarnya terkena kanser. Kanser disangka sihir.

Dukun dan bomoh yang menyesatkan.

Hukum menemui bomoh ialah haram dan berdosa serta boleh mengugurkan aqidah. Berjumpa dan menemui mereka adalah berdosa dan sesungguhnya perbuatan itu sangatlah ditegah oleh Allah dan Islam melarang sebarang usaha ke arah menyokong amalan syirik seperti bomoh atau dukun termasuk ustaz yang mengubat tanpa menggunakan Quran dan As-sunnah.

Sesungguhnya telah diriwayatkan dari Muawiyah bin Hakam Al-Sulami yang berkata : Aku telah bertanya nabi salallahualaihiwasalam mengenai perbuatan kami pada masa jahiliyyah yang selalu mendatangi dukun dan bomoh bagi meminta nasihat dan menyelesaikan masalah maka bersabdalah nabi salallahualaihiwasalam :فلا تأتوا الكهّان“Dan janganlah lagi kamu mendatangi dukun (termasuk bomoh).” (Hadis Sahih, riwayat Muslim dalam Kitab Minhaj Syarah Sahih Muslim oleh Nawawi Jilid 14, no 5774, Ahmad Jilid 7, no. 24166)

Sesungguhnya menurut Imam Nawawi dalam mensyarahkan hadis ini menyebut sesungguhnya perbuatan mendatangi bomoh dan dukun ini merupakan perbuatan jahiliyyah dan hanya dibuat ketika zaman jahiliyyah lalu tidak wajar dan sangat tidak patut umat Islam hari ini melakukannya setelah berlalu zaman jahiliyyah dan sudah datang Islam yang membawa sinar cahaya dan pertunjuk hidayah dari Allah swt. Apalah faedahnya mendatangi dukun dan bomoh ? Sedangkan mereka sendiri manusia biasa dan jahil serta tidak pun mengetahui perihal ghaib dan tidak pun mampu menyelesaikan masalah mereka sendiri. Apakah belum cukup firman Allah swt yang menyebut : “Katakan sesungguhnya tidak ada sesiapa pun baik di langit dan di bumi yang mengetahui perkara ghaib melainkan Allah.” (Surah An-Naml : 65)

Kebanyakan dukun atau bomoh ini sebenarnya tiada kuasa pun mengubati penyakit dan menyelesaikan masalah sebagaimana firman Allah swt yang bermaksud : “Dan tidaklah mereka itu (ahli sihir) dapat memberi mudharat kepada sesiapa pun melainkan dengan izin Allah.” (Surah Al-Baqarah : 102) Bahkan jika diteliti mereka bukanlah golongan yang berpelajaran, juga bukanlah mempunyai kepakaran tertentu yang dipunyai cuma sedikit kepandaian menipu dan kepandaian dalam hal-hal ghaib serta mempunyai hubungan dengan sihir dan alam syaitan.

Diriwayatkan dari Ummul Mukminin Aisyah ra ketika bertanya kepada baginda tentang perihal bomoh dan dukun yang kadang-kadang apabila memberitahu sesuatu ternyata benar maka baginda salallahualaihiwasalam pun bersabda :تلك الكلمة من الحق يخطفها الجني فيقرها في أذن وليّه فيخلطون معها مائة كذبة“ Itu ialah kalimah (khabar) yang benar yang dicuri oleh jin (termasuk syaitan) lalu membisikkannya ke telinga tuannya sambil mencampuri bersamanya seratus pembohongan.” (Hadis Sahih disepakati oleh Bukhari no. 5762 dan Muslim no 2228)

Lihatlah betapa sesatnya orang Melayu yang pergi berjumpa bomoh meminta air penawar dan penerang hati bagi anak-anak untuk berjaya dalam peperiksaan sedangkan si bomoh itu sendiri memiliki anak-anak yang semuanya gagal dalam pelajaran. Sesungguhnya segala hasil dari pendapatan si bomoh tadi dalam mengubati orang dengan kepandaian sihirnya ialah haram dan setiap perkataannya juga ialah haram diamalkan dan dipercayai.

Diriwayatkan dari Safiyah binti Abi Ubaidah ra dari isteri-isteri nabi dari baginda nabi yang pernah bersabda dengan maksudnya :“ Barangsiapa yang mendatangi bomoh (juga dukun) lalu bertanyakan sesuatu darinya kemudiannya membenarkan apa yang diberitahu oleh bomoh tersebut maka tidaklah diterima solatnya (amalan kebajikan) selama 40 hari.” (Hadis Sahih, riwayat Bukhari no. 2230)

Disebut oleh Al-Khutobi bahawa yang dimaksudkan sebagai عرافا atau كهان adalah sama sahaja maknanya cumanya عرافا ialah sebutan mashyur kepada mereka yang mengaku mengetahui di manakah barang yang hilang manakala كهان lebih kepada istilah umum bagi bomoh dan dukun dalam bahasa arab. (Lihat Minhaj Syarah Sahih Muslim oleh An-Nawawi Jilid 14, ms. 446)

Bagaimanapun dalam masyarakat Melayu mereka semua ini sama sahaja dikenali sebagai baik dukun atau bomoh tanpa ada beza dan para ulama’ semuanya bersepakat mengenai haramnya perbuatan tersebut. Selain dari itu, kerap juga berlaku penyelewengan dalam masyarakat Melayu ialah apabila mereka hanya mengingati Allah dan meminta pertolongan Allah apabila mereka dalam kesusahan. Ketika berlaku kemalangan, musibah yang melanda barulah dapat kita melihat golongan ini memakai kopiah putih dan mencari naskah Al-Quran dan membelek-belek surah yasin serta membaca dengan penuh pengharapan sedangkan sebelum ini langsung tidak pernah mengenal tikar sejadah dan jarang sekali mengangkat wudhuk. Sikap ini samalah dengan golongan kafir yang disebut oleh Allah dalam Al-Quran :“ Dan ketika mereka menaiki kapal di tengah lautan dan menghadapi bahaya di lautan maka segeralah mereka berdoa kepada Allah dengan penuh ikhlas dan lurus namun apabila mereka telah diselamatkan dari bahaya dan pulang dengan selamat ke daratan maka mereka pun kembali menjadi syirik kepada Allah.” (Surah Al-Ankabut : 65)

Sangatlah ramai manusia sebegini hanya mengenal tuhan apabila berlaku kematian, musibah dan kemalangan, bila menghadapi kekecewaan dan putus harapan kepada makhluk maka kepada Allah mereka ini menuju namun bila segala hasrat sudah dipenuhi tiadalah mereka mengingati Allah kecuali sedikit. Sesungguhnya ganjaran dan perintah bertawakkal kepada Allah sangatlah besar kerana pergantungan dan pengharapan kepada Allah mustahil datang melainkan dari hati yang bersih dan penuh yakin serta beriman kepada Allah dan pertolongan-Nya seperti firman Allah swt yang bermaksud : “ Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah maka sesungguhnya Allah akan menyediakan baginya jalan keluar (dari kesusahan) dan memberikannya rezeki dari jalan-jalan yang tidak disangkai olehnya.” (Surah Thalaq : 2-3)